Peningkatan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat dalamPencegahan Anak Putus Sekolah Di Desa Kemiri
DOI:
https://doi.org/10.24716/za3zy609Kata Kunci:
Kesadaran, Partisipasi, Anak, Putus SekolahAbstrak
Anak putus sekolah masih menjadi permasalahan sosial yang berdampak serius terhadap
kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan pembangunan desa, khususnya di wilayah pedesaan.
Desa Kemiri, Kecamatan Panti, menghadapi tantangan berupa rendahnya kesadaran sebagian
masyarakat terhadap pentingnya pendidikan serta keterbatasan partisipasi orang tua dan lingkungan
sosial dalam mendukung keberlanjutan sekolah anak. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada
masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya
pencegahan anak putus sekolah. Metode pengabdian yang diterapkan meliputi penyuluhan edukatif,
diskusi kelompok terarah, dan pendampingan partisipatif yang melibatkan orang tua, tokoh masyarakat,
dan perangkat desa. Pengukuran hasil dilakukan secara deskriptif dan kualitatif melalui kuesioner pra
dan pasca kegiatan, observasi partisipasi, serta wawancara singkat dengan peserta. Hasil kegiatan
menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap positif masyarakat terhadap pentingnya
pendidikan anak, tumbuhnya kepedulian kolektif dalam memantau keberlanjutan sekolah, serta
meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan anak putus sekolah. Kegiatan ini
menegaskan bahwa penguatan kesadaran dan partisipasi masyarakat berbasis komunitas merupakan
strategi penting dan efektif dalam mencegah anak putus sekolah serta mendukung pembangunan
pendidikan yang berkelanjutan di tingkat desa.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
##category.category##
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Cakrawala Nusantara

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






